Komoditas Penyadap Karet Masih Sulit

Desa Sungai Enau – Seperti yang kita ketahui bersama salah satu lahan pohon karet di Indonesia ialah : Kalimantan, riau, Sulawesi, Sumatra dan beberapa wilayah di Pulau Jawa. Pohon karet dapat tumbuh hingga ratusan tahun dan tumbuh 30 meter bahkan lebih. Pohon karet ini sendiri memerlukan media tanah yang memiliki kesuburan yang tinggi agar menghasilkan getah yang lebih banyak setra memiliki kualitas yang tinggi.

Mulai dari penanaman bibit sampai panen memerlukan waktu 4-5 tahun, tergantung pertumbuhan pada pohon karet itu sendiri. Pohon karet  ini dapat di toreh menggunakan pisau khusus dengan cara melukai secara mengerucut memanjan sekitar 30 drajad, panjan torehannya pun 1 jengkal orang dewasa.

Kalau melihat manfaat getah karet sangat lah penting bagi kehidupan sehari-hari, hampir 100 % yang digunakan sehari-hari terbuat dari bahan karet termasuk lah Baju, Sepatu, Domper dan masih banyak manfaat yang digunakan oleh kita.

Untuk Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2012 kita sudah mengetahui, awalnya harga karet Rp 4.500/kg naik hingga 3 kali lipat, mencapai  Rp 20.000 – Rp 25.000/kg , ini suatu harga yang pantastis bagi petani karet. Pada tahun 2013 harga karet kembali turun hingga 4 kali lipat dari harga tahun 2012, Berkisaran Rp 3.000/Kg sampai 2015.

Desa Sungai Enau dikarenakan komoditasnya penyadap karet Masyarakat sangat bergantung penghasilannya pada karet, dengan penghasilan 5 Kg/hari sangat tidak sesuai kalau dibandingkan harga sembako semakin melambung tinggi, seperti Cabai, Beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

Di tahun 2016-2017 harga karet mulai naik meski tidak terlalu tinggi, tetapi ini lumayan membantu para penyadap karet, angka 9.000 kualitas standar Rp 12.000 Karet super (tipis), Sabtu 14/1.

Upaya untuk menambah  kebutuhan dapur harus becocok tanam untuk memenuhi isi dapurnya,” Saya berkebun ubi agar dapat memenuhi kebutuhan Perut saja,” kata Masinten Warga Dusun Ampaning.

8-9 ton/hari desa sungai enau bisa mendistribusikan ke Pabrik yang ada do kota Pontianak. Namun hara yang tidak sesuai dengan jasa angkut dan susutnya berat ini menjadi suatu kendala bagi warga.

setelah melihat harga yang tidak stabil setiap tahunya warga desa Sungai Enau mengharapkan, Kementan (kementrian pertanian) mentri Perekonomean, agar lebih memperhatikan mengenai harga karet dan sembako yang tidak sesuai.Pungkas salah satu Staf Desa

-Maryadi

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan