Kecewa Dengan Sikap Arogansi PT Bumi Pratama Khatulistiwa

Warga Tuntut Perusahaan Realisasikan CSR 06 Januari 2017 pukul 08:00

Desa Sungai Enau – Pemerintahan Desa Sungai Enau Sangat Menyayangkan sikap arogansi pihak PT BPK dalam menanggapi keluhan masyarakat pada tanggal 06 Januari 2017 kemarin mengenai TJSL (CSR). Padahal itu merupakan kewajiban bagi setiap perusahaan untuk merealisasikan hal tersebut, dalam aksi tersebut warga menahan lahan,

Salah satu Warga akan membebaskan lahan tersebut akan membebaskan lahan “Apabila pihak perusahaan merealisasikan TJSL dengan catatan Melaporkan Ke Kantor Desa,” Hosen

Hal ini terkait dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (“TJSL”). TJSL tidak hanya mengenai kegiatan yang dilakukan perusahaan dimana perusahaan ikut serta dalam pembangunan ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga terkait kewajiban perusahaan dalam melestarikan lingkungan. Sesuai dengan UU No 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas, Serta UU NO 47 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan PP Tahun 2012 Tentang TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERSEROAN TERBATAS.

Menurut Abdul Halim penahanan ini dikarnakan tidak adanya tanggapan serius oleh pihak perusahaan “Saya bersama warga menahan lahan bentuk kekesalan warga terhadap PT BPK selama berpulu-puluh tahun tidak pernah memberikan semacam akses transportasi menuju sekolah, rumah-rumah ibadah, dan juga dikabarkan penahanan lahan tersebut pihak perusahaan akan membawa ke kepolisian sampai kemeja hijau.”Kata Abdul Halim

Kepala Desa Sungai Enau mengatakan sangat kecewa dengan tindakan PT BPK yang tidak pernah ikut dalam melaksanakan Pembangunan Desa Melalui CSR, “Hal ini sudah jelas dengan adanya Perbub yang dikeluarkan oleh Bupati Kabupaten Kubu Raya No 36 tahun 2014 Tentang tanggung jawab sosial dan Lingkungan Perusahaan. Apabila ada Perusahaan yang tidak merealisasikan CSR akan diberikan sanksi yang akan diberikan itu seperti peringatan, penundaan izin sampai pada pencabutan izin hal ini dituangkan di dalam perbup ini,”Tegas Rajali

Dikabarkan perusahaan PT BPK tidak pernah melaporkan kegiatan pembangunan secara tertulis.

Setelah ditanyakan kepada salah satu staf kantor Desa Sungai Enau mengenai laporan pembangunan desa “Dalam buku iventarisir Desa Sungai Enau, tidak ada satupun laporan pembangunan dari perusahaan PT BPK untuk masyarakat desa sebagai mana yang diatur oleh UU tentang CSR”. Pungkas Margareta Rohana.

Padahal Pemerintah Desa sebelumnya sudah berupaya melakukaan koordinasi dengan pihak perusahaan namun sama sekali tidak ada tanggapan, justru semakin tidak memberi laporan kepada pihak Pemerintah Desa.

-Sabri

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan