Kunjungan Deputi II Staf Kantor Kepresidenan ke Desa Sungai Enau

kunjungan Staf Deputi II KSP
kunjungan Staf Deputi II KSP

Desa Sungai Enau – Kunjungan Deputi II Staf Kantor Kepresidenan ke Desa Sungai Enau Kecamatan Kualamandor B, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis 09 Maret 2017. Undangan yang dikirimkan oleh Depiti II KSP melalui Pemerintah kabupaten Kubu Raya pada hari rabu 08 maret 2017.

Sambutan Rajali Target yg ingin dicapai dalam pengembangan ekonomi kreatif oleh Desa Sungai Enau adalah menjadi sentral perekonomian karena desa sungai enau di topang oleh beberapa desa, yakni Desa Retok,Kuala Mandor B,Kubu Padi dan Desa Sungai malaya.

Dalam kunjungan deputi II KSP membawa emapat pokok penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yakni, air bersih, Penerangan (Listrik), Infrastruktur Dan Kesehatan. “Kebiasaan masyarakat Desa dengan mengkonsumsi air hujan sudah lama sehingga tidak lepas dari penyakit muntaber pada saat meminum sebelum dimasak, namun tidak pernah ada perhatian dari pemerintah pusat” Kiong BPD Sungai Enau

Kepala Kecamatan kualamandor B mengungkapkan “Untuk menunjang prekonomian tentu ada beberapa hal yg menjadi penunjang, salah satunya ialah infrastruktur sebagai mobilitas masyarakat memasarkan hasil perkebunan dan pertanian, karna masyarakat desa sungai enau memasarkan hasil bumi masi kepasar yang adan dikota Pontianak” Yansen Sibarani.

Kalimantan Barat sebagian besar masyarakatnya sebagai penyadap karet. Tanaman karet (Havea Brasiliensis) merupakan tanaman perkebunan yang penting baik dalam konteks ekonomi masyarakat maupun sumber penghasil devisa non migas bagi negara didunia khususnya di Indonesia. Karet memiliki prospek yang baik kedepan, karena kebutuhan karet di pasar internasional cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya standar hidup manusia dan kebutuhan akan bahan-bahan yang terbuat dkebun karet desa sungai enauari karet seperti Ban kendaraan, sepatu, ikat pinggang, chasing alat elektronik.

Komoditas perkebunan karet diperkirakan dapat menjadi komoditas utama dalam sektor perkebunan di Kalimantan Barat. Selain keberadaannya yang tidak merugikan lingkungan jika dibandingkan dengan perkebunan kelapa sawit, komoditas ini juga memiliki prospek yang baik untuk bersaing di pasar iInternasional, dan membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya didesa sungai enau yng sebagian besar masyarakat sebagian besar sebagai penyadap karet. “Selain komoditas karet namun juga masyarakat berkebun keladi hitam dengan luasan 25 hektar”tegas Rajali Kepala Desa.

Menurut Pendamping Desa sungai enau Komoditas keladi sangat bagus dikembangkan , karena keladi/talas memiliki banyak manfaat lebih dari kentang tetapi tidak mengandung lebih banyak kalori. Dengan manfaat keladi lain dari serat dan Glycemic Index yang rendah, keladi masih merupakan pilihan yang baik sebagai sayuran dan sebagai obat diabetes .Selengkapnya Klik

Saya senang berkunjung ke desa sungai enau, karena partisipasi masyarakatnya sagat luarbiasa. Sebelumnya saya merasa terlalu jauh yang ditugaskan oleh Kantor Staf Kepresidenan Deputi II, namun setelah tiba didesa sungai enau terbayarkan karena penyambutan yang luar biasa dan juga banyak informasi yang akan kami bawa kepusat sebagai bahan diskusi. Inbuh Anne Apriana priskila  Staf kepresidenan Deputi II.

-Maryadi

Facebook Comments

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Kabupaten Kubu Raya di Sambut Baik oleh Kepala Desa dan Masyarakat
  2. Menanam Sahang Yang Berkualitas

Tinggalkan Balasan