Desa Sungai Enau Akan Akan dijadikan Contoh Sekaligus Pionir Dalam Mewujudkan Tatakelola Pembangunan Nasional Berbasis Desa.

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PSP3 LPPM IPB) berdiskusi besama Kepala Desa dan Perangkat pukul 19:00 (08/17)
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PSP3 LPPM IPB) berdiskusi besama Kepala Desa dan Perangkat pukul 19:00 (08/17)

Desa Sungai Enau – Ditetapkannya Desa Sungai Enau, Kecamatan Kualamandor B, Kabupaten Kubu raya, Provinsi Kalimantan Barat menjadi desa percontohan di 222 desa di 113 kabupaten di 33 provinsi pada tahun 2016 yang lalu oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP), bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui (BP3TI),Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa Dan Kawasan (BP2DK), ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi desa sungai enau yang dijadikan desa percontohan bagi desa-desa yang lain di Indonesia.

Dengan adanya program Desa broadband terpadu (DBT), ini desa sungai enau diberikan akses internet Pita Lebar yang dibiayai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui BPPPTI Pada tahun 2016 lalu.

Adanya akses internet dan perangkat komunikasi agar tepat guna dan tepat sasaran, BPPPTI memberi amanah kepada Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PSP3 LPPM IPB) untuk memberikan pelatihan dan pendampingan di 222 desa di 113 kabupaten di 33 provinsi. Dalam konteks ini, desa-desa akan didampingi dalam membangun basis data desa secara digital.

Tim pelaksana Program Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu Tahun 2017 menyampaikan bahwa proses pendampingan Sistem Tata Kelola Desa akan segera dimulai. Adapun rangkaian program adalah sebagai berikut:

1. Workshop yang melibatkan 222 kepala desa dan perwakilan pemerintah daerah kabupaten;
2. Assessment dan rekrutmen penyuluh di 222 desa;
3. Pemetaan di 222 desa;
4. Pelatihan penyuluh yang melibatkan 222 orang penyuluh dari setiap desa;
5. Pendampingan di 222 desa;
6. Monitoring dan evaluasi di 20 desa;

Tim Assessment dan rekrutmen penyuluh di 222 desa tiba di Desa Sungai Enau.

Pada pukul 15:00 WIB tim PSP3 LPPM IPB tiba di Bandara Supadio langsung menuju Kantor Desa Sungai Enau. Dalam perjalanan tim mengalami banyak hal, terutama jalan yang becek dan berlumpur, ada juga melihat kondisi air yang sangat memperihatinkan. Pada pukul 17:30 Tim PSP3 LPPM IPB sampai di Kantor Desa Sungai Enau.

Ilham selaku tim PSP3 LPPM IPB mengakui “akses menuju Desa Sungai Enau Tidak mudah, lagi-lagi Infrastruktur jalan menuju desa menjadi faktor utama”.

Dengan kedatangan tim Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PSP3 LPPM IPB) Kepala Desa dan perangkat desa sungai enau memberi sambutan hangat pada hari minggu 08 Oktober 2017.

“Saya berserta perangkat desa sangat berterimakasih Kepada Kantor Staf Kepresidenan (KSP), bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui (BP3TI),Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa Dan Kawasan (BP2DK),atas kunjungan dari tim PSP3 LPPM IPB, semuga dengan adanya program ini, desa sungai enau menjadi lebih maju serta dapat mewujudkan cita-cita Presiden RI dalam Nawacitanya” Kata Rajali kepala desa.

-Maryadi

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan