Dulu Penghasilan Utama Menjadi Sampingan

Desa Sungai Enau – Ribuan hektar kebun karen menjadi kerja sampingan warga desa sungai enau.

Pada tahun 2012-2017 harga karet semakin tidak stabil, namun warga desa masih menjadi penyadap karet.

Pada pukul 02:00 subuh warga sudah turun Noreh dengan membawa peralatan seadanya ”Kadang saya turun noreh karet jam 02:00 Subuh, dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas karet yang bagus” Sahrawi Warga.

“Setelah jam 05:00 subuh kami sudah selesai noreh”Tambahnya. Dengan selesainya noreh mereka tnggal istirahat sejenak menggu waktu untuk ngangkat hasil sadap karetnya.

Seperti biasa bapak dari 5 orang anak ini setelah mereka selesai noreh, mereka bersiap-siap untuk berangkat ketempat mereka bekerja menjadi buruh di PT.BPK.

Pagi sudah tiba, matahari sudah mulai menampakkan sinarnya, hewan-hewan sudah mulai keluar dari sarangnya guna mencari makanan. Para perani karet mulai berangkat untuk menyadap karetnya.

Anak dari sahrawi ini sudah mulai berangkat ke kebun karet guna untuk menyadap karet, tidak jauh dari rumahnya, satu persatu mereka mulai mengangkat hasil torehan orang tuanya. “Kami biasa mengangkat karet pada pagi hari, sekitar jam 08:00 kami dengan adik sudah harus selesai” kata miswetun.

Dengan rasa kerendahan hati warga desa menerima semua cobaan perekonomian yang semakin sulit, yang seharusnya penghasilan utamanya dari dasil sadap karet, namun semua berbalik.

“Semuga dengan adanya dana desa ini kami dapat meningkatkan perekonomian kami” Harapan sahrawi.

-maryadi

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan