20 Tahun Terbentuknya Tradisi Khatmil Qur’an di PPJ

sungaienau.desa.id – Tradisi yang telah tercipta oleh para leluhur memang sudah seharusnya dilestarikan para generasi untuk regenerasi nantinya. Terlebih tradisi tentang keagamaan memang sudah seyokyanya harus tetap terjaga dan ditingkatkan. Seperti halnya Tradisi Khatmil Qur’an jum’at Manisan di parit pak jawi Dusun Sunge Ano Desa Sungai Enau Kecamatan Kuala Mandor B. Kabupaten Kubu Raya. 5/7/2019

Tradisi khotmil Qur’an di Parit Pak Jawi (PPJ) terbentuk pada tahun 1999 yang dipelopori oleh Kh.Hadhori Mustakim dan Ust.Syafiuddin sebagai tokoh agama dan sesepuh di PPJ. Hadirnya tradisi Khotmil Qur’an tersebut disambut baik oleh masyarakat dan bahkan masyarakat pun sangat antusias atas hadirnya tradisi Khotmil Qur’an.

Seketika di acara Khotmil Qur’an Ust.Syafiuddin menyampaikan tentang hadirnya tradisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa tidak terasa sudah 20 tahun tradisi khotmil Qur’an itu berjalan dan masyarakat pun masih tetap semangat dalam menjalankan tradisi tersebut.

“Hadirnya tradisi khotmil Qur’an ini pada tahun 1999 hingga saat ini pada tahun 2019, dapat kita rasakan bahwa sudah 20 tahun kita menjalani tradisi ini tanpa kita rasa,”. Ungkapnya

Syafiuddin berharap agar tradisi tersebut tetap selalu terjaga dan berjalan hingga hari akhir nanti. Karena menurutnya “Jika masih ada yang membaca Al-Qur’an terlebih memghatamkannya dalam satu kampung, maka kampung tersebut akan terang dan disinari oleh Allah SWT. Nah Baraokahnya Al-Qur’an lah yang kita harapkan agar hidup selamat,”. Harapnya

Selain itu juga dalam penyampaiannya, Syafiuddin mengutip sebuah hadist dari Anas diriwayatkan –seperti tercatat dalam kitab Misykat Al-Mashabih—, Rasulullah bersabda; “Tidak akan terjadi kiamat sampai di bumi Allah tidak disebut-sebut lagi nama ‘Allah’.” (HR. Muslim).,” Jelas Syafiuddin di acara Khotmil Qur’an Jum’at Manisan dikediaman bapak Mudekkir

Syafiuddin pun mengajak kepada seluruh masyarakat maupun generasi muda dan juga santri yang sudah keluaran dari pondok pesantren, agar bisa ikut bergabung dan berpatisipasi dalam kegiatan Khotmil Qur’an tersebut.

“Ayo kepada sanak kerabat, seluruh masyarakat, generasi muda dan yang sudah keluaran ponpes. Mari bergabung dalam kegiatan Khotmil Qur’an ini, sebagaimana kegiatan ini merupakan kegiatan ibadah, jadi gak ada ruginya ikut kegiatan seperti ini dan bahkan barokah Al-Qur’an, yang daraih,”. Ajaknya

Rokib

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan